Kota Kenangan !


Hari rabu tanggal 01 juni 2011 aku pergi ke bandung dengan agenda menghadiri acara pernikahan teman seangkatanku. Namun dibalik tujuan itu, tersemat dikedalaman sanubariku sebuah keinginan yang lama terpendam yaitu untuk mengunjungi kota bandung. Setalian dengannya, mirip dengan peribahasa sambil menyelam minum air. Kebetulan sekali resepsi pernikahan dilakukan di bandung karena memang temanku bertempat tinggal di bandung, maka amat gembiralah hatiku.  hari itu aku bisa mengunjungi kota kembang dengan alasan logis.

Bandung adalah kota kenangan bagiku. Aku pernah tinggal di sana selama kurang lebih 1,5 bulan bersama ke enam temanku satu alumni di SMA Negeri 1 pati. Banyak sekali seharusnya ingin aku ceritakan tentang semua pengalamanku, namun agaknya hatiku tak kuasa mengingat-ingatnya.

Selama hidup di bandung itulah hubunganku dengan ayahku menjadi semakin baik. Ayah yang sebelumnya jarang sekali bicara padaku. namun ketika aku berada di bandung itulah dimana untuk pertama kalinya aku hidup jauh dari orang tua; ayah meneleponku dan mengajak aku berbicara dengan lemah lembut dan dengan perasaan penuh kasih sayang serta menanyakan “apakah aku sudah makan?”. Hamir setiap hari beliau telpon atau kalau ga ya sms….:(

Sahabat, itulah sebabnya ketika aku di dalam bus dalam perjalanan pulang dari bandung membawa kabar “kegagalan”  air mataku meleleh. Sebab artinya aku telah mengecewakan ayahku. Namun setibanya di rumah setelah kuceritakan bagaimana hasil yang ku dapat, ayah menjawab dengan hanya tertawa! Seolah-olah matanya mengatakan “sudahlah, buat apa bersedih bandung bukanlah rejekimu”

Kepergianku ke bandung saat itu karena aku ingin sekali menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa ITB. Aku yang selama SMA terlalu menyepelekan pelajaran, akibatnya belajarku untuk persiapan ujian SNMPTN saat itu agaknya sangat kepontal-pontal. Memang penyesalan itu selalu datang belakangan. Sebuah kenyataan yang menyakitkan, aku gagal merobohkan tembok tebal yang memisahkan diriku dengan kampus impianku; teknik sipil ITB! Dengan sangat kecewa atas sikapku sendiri kenapa dulu saat SMA aku tidak gunakan waktuku sepenuhnya untuk belajar, akupun terus menyalahkan diriku sendiri.

Ada pepatah mengatakan “experience is the best teacher” bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Namun yang lain mengatakan pengalaman adalah guru yang paling berutal, sebab dia selalu memberi ujian sebelum pelajaran di mulai. Mau berpegang pada prinsip yang mana, itu terserah diri kita masing-masing.

Seenggaknya, saat ini aku menyimpulkan jalanku memang harus demikian. Segala usaha telah terkerah, namun apabila kegagalanlah yang berbicara maka kukatakan bahwa inilah takdirku. Tuhan tahu mana yang baik bagiku dan mana yang tidak baik.

Oya.. tentang pernikahan temanku bernama Auliya rahmi fadlilah & suaminya mas Dodi “nahawan” hidayatullah berlangsung dengan tanpa kendala

Berikut ini aku kutip ucapan pernikahan dariku untuk temanku itu,

Bahwa sesungguhnya Pernikahan itu ialah hak segala manusia dan oleh sebab itu, maka pernikahan di atas dunia harus dilakukan, karena sesuai dengan sunah Rasul dan peri kemanusiaan.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan diri telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan -teteh Auliya Rahmi Fadlilah with Dodi Nahawan Hidayatullah- kedepan pintu gerbang kemerdekaan diri atas hijab satu sama lain yang bebas merdeka, halal bersatu, bergembira, sejiwa dan bersyukur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur (menyempurnakan keimanan), supaya berkehidupan  keluarga yang halal, sakinah, mawadah, warohmah, maka -tetah Auliya Rahmi Fadlilah with Dodi Nahawan Hidayatullah- menyatakan dengan ini pernikahannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu tatanan rumah tangga yang melindungi segenap hati dan seluruh perasaan cinta satu sama lain dan untuk memajukan kesejahteraan keluarga , mencerdaskan kehidupan keluarga, dan ikut melaksanakan ketertiban kehidupan bermasyarakat yang berdasarkan cinta kasih, kejujuran abadi dan saling mengisi satu sama lain maka disusunlah suatu acara pernikahan -teteh Auliya Rahmi Fadlilah with Dodi Nahawan Hidayatullah- dalam suatu ikatan perjanjian suci, yang terbentuk dalam suatu susunan yang diridloi Allah, dan disaksikan para malaikat dengan berdasarkan kepada: Kecintaan Yang Maha Esa, Tanggung jawab yang adil dan merata, Persatuan Keluarga, dan Kebahagiaan yang dipimpin oleh nikmat kebersamaan dalam keimanan/ketaqwaan, serta dengan mewujudkan suatu kepedulian sosial bagi keluarga untuk sesama.

Amin… Selamat ya teteh aul…..

 

Sekarang teh aul sudah hamil 7 bulan, sebentar lagi aku punya ponakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: