Menikmati Macet


Menurut orang awam seperti saya, ukuran Sebuah Negara dikatakan maju atau tidak itu tidak perlu hitungan rumit-rumit dan berbelit-belit namun cukup dengan alat ukur yang amat sederhana; yaitu sebuah Jalan Raya ! Kalau setiap kendaraan bisa melaju diatas jalan raya dengan lancar, tanpa ada kemacetan dan tanpa ada angka kejadian kecelakaan cukup tinggi, saya kira negara tersebut sudah patut dikatakan maju. Tentu semua sepakat kalau di jaman sekarang ini peran jalan raya sangat penting sekali. Bahkan lebih penting dibandingkan krisis BBM ! Sehingga sudah sewajarnya nasib jalan raya itu harus benar-benar diperhatikan baik oleh kita sendiri maupun pemerintah daerah. Bayangkan seandainya jalan raya tidak tertata dengan baik, alias dibiarkan kalau rusak begitu saja sampai berlarut-larut; maka berapa banyak orang akan terjanggal aktivitasnya pada hari itu dan hari selanjutnya? Si A ngomel-ngomel (sampai marah-marah malah) sama pak sopir karena macet total akibat jalan raya rusak parah; sebab mungkin Ia akan dimaki-maki bosnya karena terlambat datang ke kantor dan kerjaanya pun jadi berantakan. Belum lagi si B, si C si D sampai si Z yang punya kerjaan sendiri-sendiri. Akibatnya semua yang telah direncanakan jadi kacau balau bukan? Efeknya pun sedikit banyak berdampak pada kestabilan ekonomi nasional !! (tenang gan, kalau ini cuma opini saya kok).

Lha kok yang disalahin malah pak sopir? Saya ga tahu. Yang jelas kejadian ini pernah saya temui ketika saya menjadi penumpang bus kaloka jurusan pati-semarang yang ketika itu akses jalan pati-kudus terputus akibat rusak parah. Berjam-jam roda bus sedikitpun tidak bergerak. Begitulah, kalau sudah emosi siapapun jadi sasaran. Asal anda tahu saja, berada di bus non AC berjam-jam di kemacetan itu seperti dipanggang hidup-hidup di dalam oven. Panas sangat rasanya! Saya sendiri ketika terjebak lama di kemacetan, tanpa diperintah dan secara otomatis dalam hati saya langsung mengutuki bupati daerah setempat. “Bupati tidak becus” batin saya. Saya terus ngomel-ngomel aja tanpa memandang seandainya yang jadi bupati adalah saya, entah berapa kali lipat orang-orang akan mencaci maki saya karena tidak mudeng mengatasi persoalan jalan raya?

Begitu pula kondisi jalan yang macet akhir-akhir ini di jalan raya demak (saya kok lupa namanya ya padahal kemarin tahu) turut mengundang perhatian saya. Tulisan ini dibuat khusus untuk para pengguna jalan tersebut, dan sedikit informasi bahwa sampai hari ini nampaknya belum ada petugas yang turun ke jalan untuk mangatur lalu lintas atau mencarikan solusi apalah entah melakukan sistem buka tutup jalan atau mengalihkan ke jalan lain namun itu hingga kini belum terlihat… maka saya pun tergerak untuk memberikan sedikit tips bagaimana caranya supaya tetep nyaman-nyaman aja bepergian ke semarang atau yang dari semarang mau pulang ke kampung.

So, secara yang bermasalah adalah jalan raya demak. Bukannya jalan tersebut dibiarkan dalam keadaan rusak parah, bukan. Pemerintah sudah berusaha membangun jalan rabat beton sepanjang jalan tersebut. Permasalahannya justeru ada pada musim yang susah ditebak sekarang ini. Sekarang hujan turun bisa kapan saja. Karena itulah perbaikan jalan yang harusnya dikerjakan di musim kemarau jadi terkendala akibat hujan sering datang tanpa bisa diprediksi. Apalagi kalau hujan turun kemacetan sudah bisa dipastikan bertambah panjang. Lebih menyebalkan bagi kebanyakan orang apabila sudah macet; di dalam bus berjam-jam seperti di oven ada penumpang yang merokok; bagaimana perasaan anda?

Kalau lihat kondisi akhir-akhir ini jalan raya pati-kudus sepertinya sudah hampir selesai dibangun. Sehingga  kendaraan bisa lewat dengan lancar. Maka salah satu alternatif dari saya begini.

Anda yang mau bepergian ke semarang dari pati, bisa menggunakan 2 pilihan. Pertama naik bus patas Surabaya-Semarang. Sudah dijamin kenyamanannya. Anda bisa tidur dengan nyaman di dalam bus walaupun diluar orang-orang berteriak karena macet. akan tetapi tarifnya agak mahal. Bagi orang seperti anda dan saya yang ingin berhemat tentu itu bukan pilihan terbaik.

Pilihan kedua adalah anda bisa naik bus 2 kali, yang pertama pati-kudus kemudian kudus-semarang. Dari pati anda bisa naik bus surabaya atau bus kaloka. Kalau naik bus surabaya tarif biasa sisi positifnya kondisi bus baik dan nyaman namun negatifnya sudah bisa dipastikan anda akan berdiri berjam-jam di dalam bus karena tidak mendapat tempat duduk. Berdiri pun anda tidak punya banyak ruang gerak karena bus penuh sesak. Sedangkan jika anda naik bus kaloka atau sumber lares (bus asli pati) positifnya anda bisa duduk karena entah kenapa orang lebih suka memilih bus surabaya. Banyak kursi yang kosong. Namun negatifnya anda akan merasa jengkel karena bus ini banyak nge-tem (alian nuggu penumpang) dibeberapa titik dan tidak tanggung-tanggung nge-temnya bisa sampai setengah jam bahkan 45 menit. Selain itu kondisi bus lebih buruk.

Namun demi kenyamanan, saya menyarankan anda naik bus kaloka atau sumber lares saja. Sebab anda lebih nyaman duduk bukan? Nah caranya meskipun bis ini bisa langsung sampai ke semarang, namun saya harapkan anda turun di terminal kudus daripada anda nanti terpanggang di dalam bus karena terjebak macet di demak. Secara bus ini kan non AC namun karena akses jalan pati-kudus sudah lancar anda tidak perlu galau lagi ! insya allah kalau tidak ada halangan 45 menit nyampai terminal kudus. Tarif pati-kudus bervariasi ada yang 4 ribu ada yang 5 ribu itu tergantung kenek-nya. Namun saya pastikan tidak lebih dari 5 ribu.

Setelah sampai di terminal kudus carilah bus nusantara. Bus ini ber-AC walaupun tarifnya haga ekonomis, jadi anda tidak perlu kuatir mengeluarkan gocek banyak. Kudus-Semarang biasanya saya kena 6 ribu kadang juga 7 ribu. Nah kalau ditotal-total dari pati-semarang anda Cuma mengeluarkan uang maksimal 12 ribu rupiah. Sangat jauh bukan kalau dibanding naik patas, 35 ribu rupiah! Sementara anda tidak perlu jengkel menghadapi kemacetan di derah demak. Berapa lamapun macetnya, meski bus nya berjalan merayap anda tetap bisa tidur nyaman di dalam bus sambil menunggu aba-aba dari kenek-nya kalau sudah sampai semarang. Begitu pula kebalikannya bagi anda yang mau pulang ke pati.

Dan yang terakhir untuk lebih mendapatkan kenyamanan saat bepergian ke semarang atau pulang dari semarang, berangkatlah pagi-pagi sebab konsentrasi kendaraan belum begitu padat.

Oke, selamat bepergian semoga selamat sampai tujuan. Kenyamanan anda adalah kebahagiaan saya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: