Aku bukan pengemis, Tuan !


Satu pesan dari bung karno yang harus kita ingat terus ialah janganlah kita menjadi jiwa yang menengadah melainkan hanya kepada Allah swt. Oleh karena kita ini merupakan makhluk ciptaan Allah yang luar biasa. Allah telah memberikan segala-galanya dalam diri kita. Tangan, kaki, dan organ-organ yang ada di dalam tubuh kita bekerja dengan ajaib, inilah bukti kekayaan Allah yang disematkan didalam tubuh  manusia.

Di setiap bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi, disetiap mobil-mobil mewah yang menghiasi jalanan setiap hari, disetiap barang-barang elektronik yang beredar dipasar dengan harga selangit, semua itu berasal dari buah pemikiran manusia. Namun hanya orang yang mau memutar otaknya saja dan bekerja keras-lah yang akan menemukan kekayaan dalam dirinya. Sebaliknya, jiwa-jiwa pemalas dan pasrah akan keadaan tidak akan pernah menjumpai betapa tinggi nilai dirinya.

Kebanyakan dari kita cuma berpikir, untuk apa sih bekerja keras? segini saja sudah cukup! yang penting sudah mendapat sesuap nasi, rasanya sudah cukuplah. Golongan orang yang hidupnya hanya mengalir bagai air, bagiku adalah orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Orang yang mau bekerja keras itu sangat dicintai Allah, sebab ia tidak menyia-nyiakan apa yang telah Allah berikan kepada dirinya. Tangannya, ia pergunakan untuk mencangkul di sawah, kakinya ia gunakan untuk menumpu beban berat di pundaknya, otaknya ia gunakan untuk berpikir dan terus berinovasi bagaimana supaya lebih maju dan lebih maju lagi. karena itu bekerja dengan niat mencari ridlo Allah swt termasuk  ibadah! Tidak penting darimakah kamu berasal. kemanakah arah yang hendak kamu tuju itu jauh labih penting. Meskipun kamu dilahirkan ditengah keluarga miskin, meskipun kamu lahir untuk menjadi anak sepasang orang tua yang amat kekurangan, meskipun kamu terlahir dengan keadaan yang begitu memprihatinkan, jangan jadikan alasan dirimu malas berusaha.

Karena sukses adalah hak setiap orang, bukan milik segelintir orang. Maka siapapun berhak untuk sukses! Ada pepatah yang berkata demikian , “bukan salahmu terlahir miskin. tapi salahmu jika kamu mati miskin”. Dan Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka yang mengubah nasib mereka sendiri. Maka apakah kamu tidak percaya pada janji Allah yang pasti akan mengubah nasib kita apabila kita berusaha keras untuk mengubahnya?

Sahabat, mari jangan sibukkan diri kita dengan terlalu banyak alasan, tapi sibukkan diri kita dengan banyak berusaha dan mendayagunakan seluruh kemampuan kita. Jangan terlalu banyak mengeluh akan keadaan kita, apalagi sampai menyalahkan Allah. Sekarang, mari kita bekerja keras, bekerja sekeras-kerasnya untuk menggapai impian kita!

Kadangkala kita tidak sadar kalau kesalahan terbesar kita adalah menjadikan kepasrahan bagian dari takdir Allah. Pasrah kepada Allah itu sangat dianjurkan akan tetapi hendaknya kita lakukan setelah kita berusaha semaksimal mungkin, bukan malah pasrah terus, tanpa mau bergerak, tanpa mau berusaha.

Sejujurnya aku sangat prihatin dengan banyaknya jumlah pengemis di negeri ini. Entah mengapa kita lebih suka menjadi pengemis, meminta-minta, selalu ingin dibelas kasihani orang lain. apabila ditanya kenapa mengemis, dengan enteng menjawab, “takdirnya ya begini, mau bagaimana lagi?” parahnya, kebanyakan mereka masih berusia sangat muda. artinya mereka masih sangat mampu bekerja.

Apa kita tuli akan firman Tuhan diatas? Mengapa kita enggan berusaha merubah nasib kita sendiri? Mengapakah kita tidak bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita? Apa gunanya tangan ini? Apa gunanya kaki ini? Apa gunanya otak yang sangat luar biasa  didalam tempurung kepala kita ini?

Sungguh aku sangat malu kepada bocah palestina yang negara mereka dibombardir israel beberapa waktu lalu. Mereka kehilangan  rumah, kehilangan harta, kegembiraan, banyak yang kehilangan orang tua . Keadaan mereka demikian menyedihkan namun mereka tidak pernah mau menjadi pengemis. Subhanallah…

Ada sebuah cerita kisah nyata. Seorang wartawan indonesia yang sedang bertugas disana mendapati 2 orang anak palestina sedang berjualan es. Karena merasa iba wartawan itu kemudian menyodorkan uang untuk mereka. Namun apa jawab mereka?

 “tuan, kami tidak bisa menerima uang tuan, karena kami bukan pengemis, kecuali kalau tuan benar-benar ingin membeli es kami, akan kami terima!”

Subhanallah betapa kuat jiwa mereka serta kebesaran hati mereka, padalah mereka masih anak-anak. Kelak pasti mereka akan tumbuh menjadi jiwa yang tidak akan pasrah akan nasib. Orang-orang seperti merekalah yang  sangat dicintai Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: