Aku Ditemani Para Malaikat


Angel_Light___V2_by_Gannaingh32

Menyelesaikan skripsi, tantangan terakhirku untuk meraih gelar sarjana kedokteran. Apa yang menjadi mitos ternyata memang benar. Bahwa skripsi ialah momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Tak jarang pula banyak yang depresi gara-gara skripsinya belum kelar-kelar.

Dulu ketika aku main ke rumah sodara, Budhe pernah bertutur padaku. beliau pernah menangis gara-gara revisi Tugas akhirnya tak kunjung usai. Revisi lagi. gerutunya dalam hati. Kalau orang jawa bilang mungkin sampai pegel aten, gonduk atau pegel atine.  maklum sih ya, soalnya sudah sepuh. Jiwa mudanya telah lama luntur. Sehari-hari Budhe menjalani aktivitasnya sebagai kepala sekolah, disambil kuliah, belum lagi ngurusi rumah tangga. Ditambah harus menyelesaikan tugas akhirnya.  Tapi intinya disini skripsi memang membuat siapapun jadi stress. Termasuk aku!

Sekarang ini, aku tengah penelitian di RSJD Surakarta. Entah apa yang ada dikepalaku waktu itu. Aku terkadang bertanya pada diriku sendiri, kenapa ya aku mengambil tema tentang ilmu jiwa. Pikirku jiwa itu mudah. Tapi ternyata, lebih mudah melamar anaknya pak jumaidi sob! Setiap kali ketemu sama senior, mereka selalu geleng-geleng kepala setelah tahu aku ambil skripsi tentang Jiwa.
Dosen pembimbing 2 ku dulu juga pernah bilang kalau ku nekat. Tak apalah, sekali udah basah mending berenang sekalian. Itulah prinsip yang selama ini menguatkanku. Jalani terus, maju terus. Insya allah di depan ada jalan.

Judul penelitianku yaitu “Manfaat Terapi Musik Aktif Untuk Menurunkan Simptomp Positif & Negatif Penderita Skizofrenia”. Awalnya aku mau observasi saja, tapi tak dibolehkan sama dosen pembimbingku. Aku diminta mengubah desain penelitian menjadi experimen quasi, pre-post. Sebelum perlakuan diukur terlebih dulu setelah perlakuan juga dilakukan pengukuran lagi.

Beginilah kira-kira percakapanku dengan dosenku kala itu.

“Kamu ngapain observasi (crosscecsional), apa gunanya PANSS mu? Kamu ya harusnya sebelumnya diukur pans dulu, kemudian pasien diberikan perlakuan terapi musik aktif selanjutnya diukur panss lagi. Itu kamu sendiri yang harus melakukan. Bolehlah kalau kamu belum bisa mengukur PANSS saya ajari dulu caranya”

PANSS itu kependekan dari Positive and negative syndrom scale. Yaitu skala pengukuran simptom positif dan negatif untuk penderita skizofrenia. Ciri khas pasien skizofrenia adalah terdapat simptom positif seperti halusinasi, waham sedangkan simptomp negatif seperti afek datar, kehilangan kegembiraan, interaksi sosial berkurang dan lain-lain. Biasanya gejala itu menetap selama satu bulan, baru dikatakan orang itu menderita skizofrenia.

“Tapi bu, dalam teori terapi musik itu baru ada efeknya itu setelah diberikan selama 3-6 bulan. Lama bu saya juga pengen lulus wisuda april 2013” Pembelaanku kala itu.

“ya saya tidak mau tau. Kalau kamu mau memberikan terapi musik lebih singkat kamu harus ada dasar teorinya”

Lain hari aku bertemu kembali dengan dosenku.

Aku bilang bahwa aku akan memberikan perlakuan selama sebulan. Kurang lebih aku bilang begini kepada dosen pembimbingku.

“Bu, kalau ternyata saya berikan selama sebulan telah ada efeknya, bukankah itu justeru menimbulkan teori baru?”

dosenku terdiam. berpikir lalu Ia membuka suara. “Ya sudah ga apa2 sebulan tapi kamu harus juga mencari dasar teorinya kenapa sebulan”.

Singkat cerita, Aku telah mengerjakan skripsiku sampai BAB III dengan penuh perjuangan. Belum lagi, tema tentang ilmu jiwa itu sangat susah mencari dasar teorinya. Di Indonesia sendiri penelitian tentang jiwa terkhusus tentang skizofrenia masih sangat sedikit sekali. Apalagi di UNISSULA ??!!

Yang paling sulit menurutku yaitu membuat BAB I nya, hampir satu semester aku membuatnya. Jikalau dihitung-hitung, aku revisi udah 20 kali lebih. Haha. Memang pada waktu aku mulai membuat skripsi masih ada jadwal kuliah yang sangat padat ditambah lagi kepengurusan organisasi yang aku ikuti belum selesai semuanya. Jadi agak tersendat juga. Pikiranku terbelah antara skripsi, kuliah dan organisasi. Belum lagi pikiran ini diganggu masalah-masalah lain lagi.

Begitu aku mendapat acc  empat dosen, dua dosen pembimbing dan dua dosen penguji. Hatiku terasa begitu plong. Laksana bisul meletus. Hampir tak ada lagi yang mengganjal tatkala aku duduk santai, tidur berbaring ataupun saat istirahat. Akhirnya Siap dilaksanakan ujian proposal. alhamdulillah, aku dipersilakan untuk melanjutkan penelitian.

Ada beberapa yang harus aku revisi lagi. semua masukan dari dosen penguji aku tampung. Mengingat penelitianku sebulan bahkan bisa lebih. Aku melobi ke empat dosen tersebut untuk supaya langsung melakukan penelitian sedangkan revisinya sambil jalan saja. Akhirnya dapat acc beserta surat penelitiannya.

Ujian belum berhenti sampai disitu.

Nah, persiapan mau penelitian itu ribet juga. Awalnya aku harus ke RSJD surakarta dulu dengan membawa surat penelitian. Tapi waktu itu surat penelitianku belum jadi. Aku bilang bahwa suratnya menyusul, setelah melobi-lobi pihak RSJD Surakarta akhirnya diijinkan. Kemudian aku diminta datang kembali seminggu kemudian, aku disuruh presentasi terlebih dahulu dihadapan sepuluh orang, ada pak direktur, Dr. Ita, SpKJ, Pak munir, kepala rehabilitasi dan lain-lain.

Pertolongan Allah datang !

Setelah diberikan masukan ini itu, Allah mengirimkan satu malaikat untukku.Ternyata dilapangan tidak semudah yang dikatakan teori. Kondisi di lapangan serba beda. Terlebih lagi yang mau aku pakai buat penelitian adalah manusia. Pasien skizofrenia. Atau kalau orang awam memanggilnya maaf “orang gila”. Malaikat itu bernama Bu Ita, salah satu dari sepuluh orang yang menyaksikan presentasiku.

Beliau bilang padaku, “kamu masih sarjana ya dik. Harusnya penelitianmu ini sudah setingkat S2, atau tinggal mengubah sedikit udah jadi setingkat S3. Boleh saya ikut penelitianmu dik? Saya akan mengukur variabel yang berbeda”

Senang sekali rasanya, ada yang membantu. Karena jujur aku memang awam sama sekali kondisi di lapangan terutama keadaan pasien-pasien di RSJ seperti apa. Selama ini cuma aku tahu lewat teori. Yah, mudah-mudahan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sebelum aku koas.  Waktu itu juga aku langsung meminta nomor HP bu ita. Aku hubungi lagi beliau lain hari untuk menjalin komunikasi. Pada hari itu juga aku bilang pada beliau “Bu, maaf saya belum bisa mengukur PANSS pasien, nanti kalau saya yang mengukur sendiri hasilnya ndak valid”

Akhirnya Bu ita sepakat membantuku. Beliau Cuma minta daftar nama-nama pasien, tidak perlu diberi tahu mana yang kontrol mana yang perlakuan. Supaya hasil penelitianku lebih valid, dan double blind.

Setelah berjalan dua minggu, muncul masalah lagi. Awalnya aku mengambil 60 pasien. 30 untuk perlakuan 30 untuk kontrol. Dari 30 pasien yang aku berikan terapi musik sekarang tinggal 15 karena ada yang pulang, serta masuk ekslusi. Kemudian saya konsul sama bu ita, disarankan nambah pasien lagi.

Selama aku di solo itulah, aku diberi penginapan gratis oleh pak direktur di rumah dinasnya. Tiap malam diajak keluar cari makan. Gratis pula. pak direktur inilah juga merupakan salah satu malaikat yang Allah kirim untuk ku.

Kemudian, waktu malam hari di solo. perutku masih keroncongan. Aku makan di warung nasi kucing depan rumah dinas pak direktur. Aku berkenalan dengan penjualnya. Pak Gono namanya. Beliau orangnya ramah, juga ringan tangan. Awalnya aku mencoba pesen pada beliau 50 roti untuk pasienku esok harinya. Beliau menyanggupi. Satu roti dihargai seribu rupiah. Saat itu aku minta nomor HP nya. Esok harinya, pak gono membawa pesananku itu.

Lalu, aku berpikir karena aku sudah cukup merepotkan pak direktur aku putuskan untuk mancari kos-kosan. Sore itu aku masih di pati. Aku telpon nomor HP pak gono, tanya pada beliau apakah di sekitar RSJ ada kos-kosan yang perbulan. Beliau bilang ada. hari minggu aku berangkat ke solo setelah janjian dengannya.

Sampai di solo aku dicarikan kos-kosan. Lumayan sederhana.

pak gono bilang padaku kurang lebih seperti ini “mas, di sini lingkungannya agak kurang aman. Kalau ada yang ganggu mas ari, mas bilang saja sama saya, saya orang asli sini mas.  kalau mas ada perlu apa-apa bilang saja ke saya mas”

Dalam hati aku membatin. Alhamdulillah. Pertolongan Allah datang lagi. Pak Gono itu juga salah satu malaikat yang Allah kirimkan untukku. Hari ini ketika aku mengantar berkas kuosioner PANSS di meja Bu ita. Aku bertemu dua orang resident. Setelah ngobrol-ngobrol, beliau minta nomor HP ku. Insya allah mau ikut penelitianku juga dan mau membantu. Mudah-mudahan mereka juga malaikat yang Allah kirimkan untukku. Aku bilang pada beliau beliau, “nanti silakan koordinasi sama bu ita nggih dok”.

Dari semua malaikat yang Allah kirim untukku, ada dua malaikat lagi yang selalu menemaniku. Yaitu BAPAK dan IBUKU. Berkat doanya, aku masih bertahan sampai detik ini. Semoga semua lancar ya Allah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: