Ancaman MARXISME-LENINISME


BangkitDariKubur-rszd

Tatkala saya membaca blog http://www.rosodaras.wordpress.com, ada seorang mengaku dirinya “semaun” menulis di kolom komentar salah satu artikel dalam blog tersebut. Semaun sendiri merupakan pelaku sejarah, dalam pergolakan politik tanah air. Jikalau memang benar semaun masih hidup, tentunya akan sangat menarik untuk disimak kesaksiannya atas peristiwa yang terjadi pada bulan oktober 1965 silam. Mengingat dia adalah saksi hidup.

Setelah ditanggapi positif pemilik blog, yang berinisiatif mengajak semaun untuk bertatap muka, entah bagaimana kelanjutannya saya pun masih menunggu perkembangan beritanya. Yang menjadi pertanyaan dalam benak saya pribadi adalah, apa benar  orang itu semaun?

Kalau dia hanya mengaku sebagai semaun lantas apa motifnya? Apakah karena semaun bersama Ir.Soekarno, Muso, Alimin, HOS cokroamintoto memiliki dana yang tak dapat dicairkan di Union Bank of Switzerland (UBS). Sehingga jikalau dia mengaku dirinya sebagai semaun bermaksud untuk mencairkan dana tersebut? Untuk kepentingan apa?

Atau, pikiran saya mengarah kepada jentik PKI yang mulai hidup kembali. Sebab, dari sumber sejarah yang saya baca, semaun pada umur 19 tahun telah didaulat sebagai pemimpin SI merah jawa tengah yang merupakan cikal bakal partai komunis di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1920 semaun mendirikan partai komunis hindia, lalu tujuh bulan kemudian diganti namanya menjadi partai komunis indonesia dan dia diangkat menjadi ketua umum.

Pada jaman orba, PKI diberangus habis. Bahkan sampai ke akar-akarnya. Mereka orang-orang PKI itu atau yang dituduh PKI bisa saja diseret ke penjara tanpa proses pengadilan terlebih dahulu. Sebab wataknya manusia kalau diberi kekuasan pasti menyelewengkannya. Ketika orangnya Soeharto mulai berkuasa di negeri ini, sesudah tumbangnya wangsa soekarno, mereka tak segan-segan mem-PKI kan orang yang istrinya hendak mereka rebut. Atau harta bendanya hendak mereka kuasai.

Sangat  tidak adil memang proses hukum terhadap kaum PKI. sebab anak-anak para PKI waktu itu juga mendapat perlakuan tidak adil, walaupun mereka tidak tahu menahu soal urusan politik. Mereka dikucilkan. Barang siapa yang bapaknya diketahui sebagai PKI, langsung dikeluarkan dari sekolah!

Mungkin hal inilah yang mendorong gus dur saat dirinya menjadi presiden Indonesia, mencabut TAP MPRs XXV/1966, yang isinya sebagai berikut:

MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA
REPUBLIK INDONESIA
KETETAPAN
MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA
REPUBLIK INDONESIA
NO: XXV/MPRS/1966
TENTANG
PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA, PERNJATAAN
SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG, DISELURUH WILAJAH
NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI PARTAI KOMUNIS
INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK
MENJEBARKAN ATAU MENGEMBANGKAN PAHAM ATAU
ADJARAN KOMUNIS/MARXISME-LENINISME
DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA
MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA
REPUBLIK INDONESIA

Alasan gus dur yang dinilai sebagian besar masyarakat indonesia sangat kontroversial itu, adalah demi memberikan perlindungan yang sama terhadap semua warga negara indonesia. saat ditanya bagaimana kalau nanti PKI bangkit lagi dan menyebarkan ideologi mereka ke seluruh penjuru nusantara? Gus dur menjawab enteng “sama PKI aja kok takut”.

Maka tidaklah berlebihan jikalau saya merasa, saat ini orang-orang PKI mulai bangkit lagi, berusaha mengakarkan kuat kaki-kaki mereka di tanah nusantara. supaya kembali lagi berdiri seperti jaman dulu. Sebab saya sekali berkeyakinan, yang namanya sejarah pasti akan berulang.

Sedangkan ajaran soekarno tentang nasakom (nasionalis, agama, dan komunis) saya pribadi sangat tidak setuju. Karena hal itu bertentangan dengan pancasila kita. Entah apa alasan soekarno mengapa lahir pemikiran nasakom. Memang waktu itu hanya PKI lah satu-satunya kekuatan yang dapat menandingi ABRI. Sehingga di dalam “di bawah lentera merah” soekarno dikatakan lebih condong ke PKI, kemudian lahirlah ajaran nasakom tersebut.

Mungkinkah karena kecerdikan PKI sehingga pancasila mau diganti dengan nasakom? Sampai kapanpun hal itu tidak akan terjadi. Sebab pancasila itu adalah jati diri bangsa indonesia. Pancasila itu jati diri kita! Dalam sila ke satu dengan jelas-jelas mengatakan “Believe in God” yang sangat bertentangan sekali dengan paham komunis.

Sehingga ideologi PKI hingga kapanpun tidak akan pernah diterima disini. Satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk membasmi kaum PKI yang mencoba bangkit kembali adalah dengan membunuh ideologi mereka, bukan membunuh mereka sicara fisik.

2 comments
  1. Paham komunis tidak akan bangkit lagi, kecuali pemerintah tidak mampu menjamin kesejahteraan rakyat. di masa lalu komunis bisa hidup karena komunis mampu merangkul orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. PKI jeli melihat hal tersebut karena itulah kemudian banyak rakyat yang menjadi simpatisan PKI, karena lewat PKI lah mereka merasa diperhatikan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: