Terapi Menulis


surat-untuk-ayah3

B.J. Habibie salah satu putra terbaik bangsa ini, sontak mengalami gangguan jiwa ketika istri tercinta Ibu Ainun dipanggil dihadapan Tuhan yang Maha kuasa. Betapa tidak, hampir separuh perjalanan hidupnya ainun dengan setia menemani, tanpa pernah mengeluh, selalu menguatkan batinnya, maka Ia pun mengatakan kalau Ainun adalah bagian dari separuh jiwanya. Berat Ia rasakan kehilangan belahan hatinya itu. Kisah cinta seorang presiden ke 3 Republik Indonesia yang nantinya akan menjadi warisan sejarah dalam perjalanan bangsa ini di masa mendatang.

Emosi yang tidak stabil, dikhawatirkan psikiater yang merawat Habibie akan berpengaruh bagi kesehatan jiwanya dan timbul gejala psikosomatik. Maka dokter pun memberi pilihan, pertama Habibie harus  menjalani hari-hari di Rumah Sakit Jiwa sampai perasaanya kembali tenang, kedua Ia harus rutin minum obat-obat jiwa sambil menjadi pasien rawat jalan, dan yang ketiga Ia harus menuangkan segala perasaanya, dan mengenang kisah cintanya kepada Almarhum yang begitu agung dan suci  melalui tulisan. Habibie sendiri memilih yang ke 3. Begitulah kisah lahirnya buku best seller yang kemudian diangkat menjadi film berjudul sama dengan buku aslinya, “HABIBIE & AINUN”.

Saya sendiri baru membaca buku itu, sampai pada bab 3. Untuk filmnya terus terang saya belum nonton. Rasa penasaran saya akan alur ceritanya dilakahkan oleh ketidaksenangan saya terhadap artis perempuan yang memerankan film tersebut. Entah kenapa saya merasa Ia tidak cocok memerankan sosok Ibu Ainun. Yah, malas nonton deh. Hehe. Saya lebih suka membaca bukunya langsung.

Apa yang disarankan dokter untuk Habibie, menarik untuk kita dalami. Aku menyebutnya sebagai bentuk terapi menulis. Setelah sekarang ini baru gempar-gemparnya terapi musik untuk pasien gangguan jiwa. Suatu saat nanti menulis pun akan menjadi media terapi efektif, khususnya untuk pasien gangguan jiwa masa rehabilitasi.

Tulisan memang merupakan jembatan antara samudra hati yang paling dalam dengan dunia luar, bahkan alam semesta. Itu pula yang saya rasakan. Dengan menulis seolah-olah saya sedang berteriak sekencang-kencangnya di hadapan dunia. Hal yang mustahil kulakukan ketika menggunakan kerongkongan dan pita suara.

Dengan menulis, kita berinteraksi dengan alam jiwa kita. Alam pikiran kita, alam batin kita, menjadi satu padu. Maka apabila teman-teman semua sedang gundah, menulislah. Jangan malu orang lain menertawakanmu. Jangan malu orang bilang kamu cengeng. Ingatlah, menulis bukanlah kelemahan. Justeru orang yang  menganggap menulis di buku harian adalah bentuk kelemahan jiwa, saya katakan mereka itulah sebenarnya yang lemah!

Bukankah orang yang meneriakkan kekurangan orang lain ialah salah satu cara mereka untuk menutupi kelemahan mereka sendiri?

Hayoo, kawan. Mari Budayakan Menulis.

Pati, 17 Februari 2013

2 comments
  1. saya setuju sekali dengan artikelnya…terima kasih..B.J. Habibie adalah tokoh yang sangat brilian otaknya…pasti bukunya sangat menarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: