Keindahan Di Suatu Sore


laut-biru

Entah kenapa setiap memandang laut luas hatiku selalu bergetar hebat. Aku suka memandangi lautan. Laut bagiku adalah salah satu mahakarya luar bisa dari sang pencipta. Laut pembawaanya selalu tampil tenang walau dikedalamanya berkecamuk gelombang amat garang. Laut juga menyimpan berjuta misteri. Karenanya, Ia pintar sekali memainkan emosiku. Dan ketika aku berdiri dihadapan laut luas, aku selalu dibuat merasa bahwa aku ini amat kecil sekali. Yah, sangat kecil sekali. Meski diam tanpa kata, tapi ia berbicara padaku dengan bahasa penuh wibawa kalau aku ini tidak ada apa-apanya dibanding dengannya. Ia begitu besar, melambangkan kebesaran sang maha pencipta. Yah, lewat laut Allah mengajari kita untuk senantiasa menunduk dan tidak berlaku sombong dimuka bumi.

Laut sudah menjadi kawan karibku sejak aku kuliah di fakultas kedokteran. Kalau bumi itu laksana makhluk seperti manusia yang punya hati, maka laut itu sebetulnya adalah hati si bumi. Ia bisa menampung segala persoalan hidup dan menghilangkan jenuh. Maka Setiap kali hendak membuang jenuh, aku selalu mencari laut untuk menjadi teman sandaran hatiku.

Sore itu, bersamanya, aku pergi ke laut. Di dekat pelabuhan semarang. Bagiku sore itu amat indah. entah baginya aku tidak tahu. Indah karena pertama, bab 4 & 5 skripsiku telah disetujui dosen pembimbing, dan hanya tinggal mencari jadwal untuk sidang. Kedua, aku memang tidak bisa berkata-kata selain melontarkan kata indah, setiap berdiri dihadapan laut luas. Dan ketiga, aku tidak sendiri. Ada seorang teman menemani, Ia duduk disampingku tatkala aku sedang bercengkarama dengan lautan.

Maka bagiku sore itu lengkap sudah keindahanya, bisa dibilang sempurna! ditambah aku bisa bertukar pikiran denganya tentang makna kehidupan. Eh belum sempurna, karena sempurna bagiku jikalau ada secangkir kopi diantara kita. Dan sore itu kita bicara tanpa secangkir kopi. Yah, tak apalah. . meski kurang sempurna tapi aku bersyukur sekali pada Tuhan bisa mengenal laut-Nya yang indah, terima kasih Tuhan telah memberi ku segumpal hati yang bisa bergetar hebat saat melihat laut-Mu.

Tuhan, aku juga bersyukur bisa mengenal makhluk-Mu, aku mohon pada-Mu, jadikan pertemuan kami sebagai ladang untuk memberi manfaat satu sama lain. Aku bisa mengambil manfaat darinya, dan Ia juga bisa mengambil manfaat dariku. Amin . . . .

Aku tak mau peduli bagaimana semua ini akan berakhir, sebab aku hanya hidup untuk hari ini saja. Aku hanya mencoba menikmati apa yang ada. Aku tidak tertarik memikirkan waktu yang akan datang yang tak ku tau dimana pangkalnya. Dan yang aku tahu, sore itu memang benar-benar indah.

Pati 01-04-2013

0:12 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita...

clotildajamcracker

The wacky stories of a crazy lady.

tekArtist

Warning: Widespread Weirdness

Caveat Automattor

you have been warned

The Typekit Blog

News about Typekit

Gary Takes Photos

Sometimes they're good.

Get 2 See

Follow along as we see the sights, eat the noms, and have the funs!

JJJ

BuddyPress, bbPress, BackPress, WordPress

Nick Momrik

Trying to get a hole-in-one

MacManX.com

Stuff from James Huff

Lens Cap

Casual glimpes into mundane suburbia

Learning by Shipping

products, development, management...

Matt Miklic

Designer, and other useful things.

alternatekev

blog://alternatekev.me

Ryan Boren

non-compliant neurodivergent

Secantik Bunga Peradaban Ilmu

manfaat, , dari dunia sampai akhirat

Sharikha Dalam Cerita…

corat.. coret.. curhat..

%d blogger menyukai ini: